Cerita di Balik Setiap Lagu

0
265
edcoustic

PADA BAGIAN terdahulu aku pernah menceritakan bahwa untuk urusan pemilihan dan penulisan lagu di album dua edCoustic ini kami bersepakat menjadi area previliege Deden seorang. Ia ingin sekali mendapat kemerdekaan menentukan susunan materi lagu, menulis lagunya, dan akhirnya menyanyikan lagu tersebut. Itu adalah pengalaman pertama Deden berkarya secara total dan aku lihat ia sangat menikmatinya.

Tapi ada baiknya aku ceritakan latar belakang setiap materi lagu yang kami tuangkan dalam album dua edCoustic ini. Hanya saja aku perlu kasih disklaimer, sudut pandangku terhadap materi lagu ini sangat subjektif sesuai sudut pandangku seorang. Untuk lebih utuhnya, mungkin perlu informasi tambahan. Tapi aku cukupkan satu perspektif saja untuk kemudahan proses menulis.

Setiap lagu yang ada di album dua edCoustic memiliki cerita di belakang layar. Menurutku cerita latar tersebut penting juga aku ceritakan. Pembaca bisa saja memberikan penafsiran pribadi kepada lagu-lagu tersebut. Tidak perlu mengikuti tafsiran yang aku tulis di sini karena ini sifatnya hanya informasi satu sisi saja. Sebagaimana lagu pada umumnya, tafsiran terhadap lagu tersebut adalah milik pendengarnya.

Baiklah, kita mulai sesuai urutan lagu ya.

1. Muhasabah Cinta
Sejak awal Deden menjadikan lagu ini sebagai lagu andalan di album 2 edCoustic. Aku sebenarnya kurang setuju lagu ini dijadikan andalan, tetapi Deden berhasil mencapai prediksinya. Walaupun jadi lagu andalan, kami tidak menjadikan lagu ini sebagai judul album dengan pertimbangan ada lagu lain yang lebih menjiwai konsep keseluruhan album.

Sejak awal Deden menjadikan lagu ini sebagai lagu andalan di album 2 edCoustic. Aku sebenarnya kurang setuju lagu ini dijadikan andalan, tetapi Deden berhasil mencapai prediksinya. Walaupun jadi lagu andalan, kami tidak menjadikan lagu ini sebagai judul album dengan pertimbangan ada lagu lain yang lebih menjiwai konsep keseluruhan album.

Muhasabah Cinta lahir setelah Deden menjenguk teman (atau saudara?), aku lupa persisnya, di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Deden cerita padaku bahwa ia membayangkan apa yang dirasakan oleh yang sedang mendapat ujian sakit di rumah sakit itu. Apalagi mereka yang sudah menjelang ajalnya di bilik perawatan gedung itu.

Aku tidak mengikuti proses kreatif Deden menulis lagu Muhasabah Cinta. Ujug-ujug dia sudah selesai merekam senandung Muhasabah Cinta di handphone miliknya. O ya, Deden punya kebiasaan merekam sendiri lagunya di HP dalam bentuk senandung (tanpa lirik) atau beberapa juga sudah dengan lirik.

Reaksi pertamaku saat mendengar lagu Muhasabah Cinta ini adalah langsung ok. Terutama dari kekuatan liriknya. Kalau dari sisi lagu, menurutku lagu ini sangat Melly Goeslaw. Aku paham Deden sangat menyenangi karya-karya Melly, jadi lagu ini sangat aman dan mudah diterima.

Aku mau cerita lebih banyak tentang lagu Muhasabah Cinta ini di seri khusus.

2. Sepanjang Perjalanan
Lagu ini sebenarnya ditulis jauh sebelum proyek album 2 edCoustic. Aku ingat persis lagu ini Deden tulis pada saat kami menempuh perjalanan dari Bandung ke Jakarta melalui jalur puncak. Saat itu edCoustic mendapat kesempatan tampil beberapa lagu di event book fair di Jakarta Convention Center (JCC).

Sesampainya di JCC, sambil menunggu giliran tampil Deden mengambil gitar yang dipegang oleh Eggie. Ia menulis lagu di belakang panggung hanya dalam waktu singkat. Lagu ini bercerita tentang indahnya pemandangan di sepanjang perjalanan. Perjalanan yang menginspirasi dia menulis adalah saat melihat pemandangan di Puncak – Bogor. Saat itu kami melewati puncak ketika waktu pagi jadi suasananya memang sedang indah-indahnya.

3. Sebiru Hari Ini
Lagu ini memang sengaja ditulis untuk album 2 edCoustic. Temanya terinspirasi dari kehangatan teman-teman pendengar setia edCoustic di seluruh lokasi yang pernah kami singgahi. Kami juga perlu sebuah lagu yang bisa menjadi antheme di akhir setiap penampilan edCoustic. Lagu ini cocok untuk mengisi posisi itu karena temanya tentang perpisahan yang mengharu biru.

Kami juga ingin ada lagu yang bisa menjadi perekat memori. Kami berharap dengan mendengar lagu Sebiru Hari Ini, beberapa tahun mendatang pendengar memiliki memory effect yang melekat di lagu ini. Saya tidak tahu apakah rencana ini berhasil atau tidak, hanya pendengar edCoustic yang bisa memberikan klarifikasi apakah rencana kami akurat atau tidak.

4. Aku Ingin Mencintai-Mu
Ini merupakan satu-satunya lagu di album 2 edCoustic yang aku tidak mengikuti proses cipta kreatifnya. Deden tiba-tiba sudah punya materi lagu ini. Ketika menyimak lirik lagu ini, aku protes ke Deden untuk mengganti salah satu lirik yang menurutku keliru. Tapi hingga selesai rekaman, ternyata liriknya belum diubah. Di tengah keterbatasan dana akhirnya kami tetap bungkus lagu itu tapi dengan risiko harus bisa mengkaunter kontroversi yang mungkin muncul di masa mendatang.

Potongan lirik yang aku permasalahkan adalah ini:
“Dalam fitrahku sebagai manusia
Untuk menghambakan-Mu”

Aku paham maksud Deden adalah menjadi hamba Allah. Tapi kalau pilihan liriknya seperti itu artinya malah sebaliknya karena dalam struktur penggalan lirik “Untuk menghambakan-MU”, Allah (dengan kata ganti -Mu) adalah objek. Artinya yang menjadi hamba adalah Allah. Ini kan keliru besar. Tapi saat itu Deden berkilah, maksudnya bukan begitu. Ya ga mungkinlah Allah malah menjadi hamba karena maksudnya adalah kita sebagai hamba Allah. Nah… justru itu aku minta ia mengganti liriknya supaya aman. Tapi sayangnya lirik itu tak kunjung diganti hingga rekaman selesai.

5. Sepotong Episode
Cerita latar lagu sepotong episode adalah pengalaman Deden di organisasi remaja masjid di kompleks rumahnya. Sebagai latar belakang, aktif di remaja masjid merupakan salah satu momentum hijrahnya Deden. Ia memiliki memori yang sangat berkesan di pengalaman tersebut.

Lagu ini menceritakan sebuah potongan kisah saat aktif menjadi remaja masjid. Lagu ini juga sekaligus kami jadikan judul album karena mewakili ruh konsep album dua edCoustic yang materi lagu di dalamnya adalah potongan cerita yang dapat dirasakan oleh kebanyakan pendengar.

6. Sendiri Menyepi
Lagu ini sudah aku ceritakan lebih detail di salah satu seri tulisan ini. Buatku lagu Sendiri Menyepi adalah lagu spesial di album dua edCoustic karena satu-satunya lagu yang aku request harus ada di album.

Cerita di balik tema lagu Sendiri Menyepi adalah pengalaman pribadi Deden sebagai penulis lagu. Aku tidak pernah mendapat cerita lebih rinci darinya tentang duduk cerita sesungguhnya. Tapi substansi lagu ini menurutku sangat mewakili tema kontemplatif yang aku inginkan.

7. Jangan Bersedih
Lagu ini sesungguhnya adalah mewakili perasaan kami ketika memutuskan untuk menggarap sendiri album dua edCoustic. Sebelumnya kami mengalami proses patah arang yang cukup menyesakkan. Hingga pada suatu titik kami bersedia menerima semua kekalahan dan bergegas mengganti lembaran baru untuk terus melaju dengan alternatif jalan berikutnya.

Di masa itu, buku La Tahzan (Jangan Bersedih) sedang naik daun. Jadi lagu ini juga sedikit banyak terpengaruh dari isi buku tersebut. Saling menguatkan dengan ungkapan “Jangan Bersedih”.

Hanya saja, aku pribadi merasa produksi lagu ini belum tuntas sepenuhnya. Masih ada yang rasanya kurang, tapi akhirnya kami putuskan sudahlah bungkus saja. Paradoks sebenarnya, lagu yang mewakili perasaan kami sebagai produser tapi pada prosesnya jadi lagu “anak tiri”, he..he…

8. Duhai Pendampingku
Lagu ini merupakan lagu spesial Deden untuk calon istrinya. Saat awal menyusun album 2 edCoustic, Deden memang belum menikah. Ia menikah di tengah proyek kami mengerjakan album 2 edCoustic. Lagu Duhai Pendampingku sekaligus sebagai hadiah pernikahan Deden kepada istrinya. Lagu ini juga menjadi benang merah tema lagu religi romantis yang ada di album 1 edCoustic.

9. Kupergi
Cerita di balik lagu kupergi aku paham betul. Saat ia menulis lagu ini, Deden tengah berseteru dengan beberapa orang yang tak mungkin aku sebutkan di sini. Perseteruan itu akhirnya berujung Deden harus mengalah pergi. Jadi lagu ini sejenis ungkapan rasa kesalnya tapi bisa dimaknai pergi dalam konteks global juga.

Pada beberapa kesempatan wawancara di radio, ada pertanyaan berulang yang jawabannya adalah lagu ini. Pertanyaannya begini, “lagu apa yang paling disenangi di album 2 edCoustic?” Aku selalu menjawab “Kupergi.” Alasannya apa? Suka memang kadang tidak perlu alasan. Hal ini berlaku untuk lagu Kupergi.

Itulah sekelumit cerita di balik setiap lagu. Dalam proses kreatif menulis lagu ini, aku selalu mengingatkan Deden agar lagu yang kita produksi harus relate dengan pendengar. Hanya dengan begitu kita dapat diterima oleh pendengar.

  1. Kisah di Sebalik Album 2 edCoustic
  2. Keputusan dari Keputusasaan
  3. Kenapa Membuat Album?
  4. Tahapan Memproduksi Album Musik
  5. Rahasia Alat Musik Cello
  6. Lagu Pesanan yang Bikin Berantem
  7. Kehabisan Dana
  8. Strategi Partnership
  9. Cerita di Balik Setiap Lagu
  10. Yang Seharusnya tidak Menjadi Kenyataan
  11. Utang yang Tertunda

LEAVE A REPLY