Strategi Partnership

0
212
edcoustic

DI TAHAP AWAL proses produksi album 2 edCoustic, kami sudah merancang berbagai aktivitas dan anggaran yang dibutuhkan di setiap tahapan. Cerita mengenai tahapan tersebut sudah aku ceritakan di salah satu bagian seri tulisan ini.

Namun, di pertengahan jalan tantangan berat berupa kehabisan anggaran membuat proyek album 2 edCoustic ini tidak sesuai dengan rencana semula. Kami harus banyak melakukan adjustment, mengubah rencana, dan menunda proses. Semua karena keterbatasan dana.

Salah satu adjustment yang terpaksa kami lakukan adalah proses yang seharusnya mudah dan sederhana menjadi berat dilakukan. Lagi-lagi kehabisan dana adalah alasan utamanya. Agar tetap berjalan, kami harus putar otak bagaimana melakukan proses yang sudah direncanakan tetap berjalan walaupun kami sudah tidak punya uang. Melakukan partnership adalah cara yang paling masuk akal. Mencoba menjalin kerja sama dengan orang lain dengan seminim-minimnya biaya tetapi tetap saling menguntungkan.

Berikut aku ceritakan beberapa proses yang harus kami tempuh dengan jalur partnership. Semuanya tidak ada di rencana awal. Ini adalah adjustment di tengah jalan yang sesungguhnya menyulitkan karena untuk mencapai kata sepakat dalam partnership bukanlah proses yang mudah.

Pemotretan untuk Cover Album
Kami harus menawarkan proposal ke beberapa rumah fotografi di Bandung agar bersedia barter promosi. Pemotretan untuk cover album gratis dan sebagai gantinya kami memberikan spot iklan yang cukup signifikan di cover album. Setelah beberapa kali mengajukan penawaran, alhamdulillah salah satu rumah fotografi di Bandung bersedia. Kami akhirnya berhasil memperoleh foto dengan kualitas yang profesional tanpa harus membayar mahal.

Pemakaian Venue dan Sewa Studio untuk Sayembara Lagu Muhasabah Cinta
Pada saat menyelenggarakan sayembara lagu Muhasabah Cinta, kami mengajukan kerja sama dengan studio rekaman untuk mendapat diskon signifikan proses rekaman seluruh peserta. Penawaran kami adalah semakin banyak yang mengetahui studio tersebut maka di masa mendatang akan menjadi pilihan utama talenta-talenta muda. Alhamdulillah, studio juga bersedia dengan penawaran tersebut.

Kemudian untuk event final sayembara kami mengajukan kerja sama dengan produsen busana muslim yang sedang naik daun masa itu yaitu Rabbani. Mereka memiliki tempat yang sangat representatif di lokasi strategis. Kami mendapatkan fasilitas free sewa gedung dan juga gratis sound system. Bekal penawaran kami adalah segmen pasar yang hadir pada event tersebut merupakan kelompok yang sama dengan segmen pasar utama Rabbani.

Media Partner untuk Promosi Album
Kami melobi beberapa stasiun radio dan majalah untuk bersedia menjadi media partner. Kami menawarkan agar mereka bersedia mempromosikan album dua edCoustic dengan imbalan balik penawaran berupa pencantuman logo serta bersedia mengisi slot waktu berupa wawancara.

Pemakaian Venue untuk Grand Launching
Grand launching merupakan momentum penting sebagai pendobrak promosi. Kami harus mendapatkan tempat dan waktu yang strategis agar peluang orang hadir di acara tersebut sebesar-besarnya. Pilihan utama kami adalah launching di Sabuga ITB, tetapi sulit sekali terjalin kerjasama dengan modal minim. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Daarut Tauhiid. Mereka memiliki venue yang selama ini terbukti dapat mendatangkan banyak orang. Kami memang tidak berhasil memperoleh kerjasama pemakaian tempat secara gratis, tetapi kami masih diberikan diskon yang cukup signifikan.

Alhamdulillah event grand launching tersebut berhasil menjadi pintu pembuka untuk kegiatan promosi berikutnya. Memang ada insiden kecil selama proses launching, tapi aku putuskan tidak menceritakan insiden tersebut. He..he..

Kontrak Aranger Musik
Aranger musik sangat krusial dalam proyek album dua edCoustic ini. Kami harus mampu menemukan aranger yang sesuai dengan kualitas yang kami harapkan tetapi juga tidak berat di biaya. Kami melobi salah seorang teman musisi religi yang kebetulan saat itu sudah selesai belajar mengaransemen utuh lagu. Kami melobi agar ia bersedia dibayar dengan jumlah yang ala kadarnya dan dibayarkan di akhir. Jujur saja hal ini sebenarnya melanggar prinsipku dalam berbisnis. Keterampilan adalah hal sesuatu yang harus dihargai secara materiil dan non materiil selayaknya. Dalam hal ini, kami belum mampu menghargai keterampilan tersebut sesuai dengan yang sepantasnya. Tapi alhamdulillah, teman kami ini bersedia dan kami bisa bernafas lega karena salah satu tantangan berat bisa teratasi.

Aranger musik album 2 edCoustic sebenarnya ada dua orang, yaitu Indra Shaffix dan Pak Roni. Khusus lagu Muhasabah Cinta kami meminta Pak Roni sebagai aranger karena lagu ini sangat cocok dengan gaya bermusik beliau selama ini. Dari total 9 lagu di album 2 edCoustic, Indra mengaransemen 8 lagu dan Pak Roni kebagian 1 lagu.

Barter Promosi Percetakan
Kami juga menjalin kerjasama dengan salah satu percetakan dengan imbalan penayangan iklan di album. Kami mendapat diskon yang cukup signifikan dan meringankan.

Semua ini merupakan proses yang menghasilkan penghematan cukup signifikan bagi kami. Jika dana kami cukup, kemungkinan besar proses menjalan kerja sama ini tak pernah kami tempuh. Meskipun lebih melelahkan dan menempuh lebih panjang proses, kami bersyukur pernah mendapat tantangan seperti ini karena memberikan pengalaman berharga bagaimana menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan orang lain.

Yuk pindah ke cerita lainnya.

  1. Kisah di Sebalik Album 2 edCoustic
  2. Keputusan dari Keputusasaan
  3. Kenapa Membuat Album?
  4. Tahapan Memproduksi Album Musik
  5. Rahasia Alat Musik Cello
  6. Lagu Pesanan yang Bikin Berantem
  7. Kehabisan Dana
  8. Strategi Partnership
  9. Cerita di Balik Setiap Lagu
  10. Yang Seharusnya tidak Menjadi Kenyataan
  11. Utang yang Tertunda
BAGIKAN
Berita sebelumyaKehabisan Dana
Berita berikutnyaCerita di Balik Setiap Lagu

LEAVE A REPLY