Rahasia Alat Musik Cello

0
137
edcoustic

SEJAK AWAL MUNCUL, edCoustic tetap pada jalur musik yang mengusung konsep religi. Istilah tradisionalnya nasyid, tapi kami kurang sependapat dengan itu karena cara bermain musik edCoustic rada jauh dari genre nasyid pada umumnya. Kelompok nasyid juga tentu tidak suka edCoustic mengaku-ngaku di genre nasyid. Jadi, gampangnya kami berada di jalur musik religi. Belakangan istilah ini diubah oleh teman-teman penggiat genre ini menjadi musik positif. Okelah, yang mana saja tidak masalah. Karena yang kita bahas di era tahun 2008 maka kita pakai istilah musik religi saja.

Pada cerita terdahulu, aku sudah pernah sampaikan bahwa di album dua kami harus menggunakan alat musik signature yang mampu menimbulkan perasaan emosional pendengar. Ada dua alat musik yang kami putuskan akan menjadi signature di album kedua edCoustic yaitu gitar akustik dan cello. Untuk gitar akustik, aku kira tak perlu kita elaborasi karena edCoustic erat sekali dengan alat musik ini. Sedangkan cello, ini kami pilih setelah mendengar beberapa referensi lagu-lagu yang terasa sangat menyentuh. Kesimpulan kami, karakter suara alat musik gesek ini sangat cocok untuk lagu-lagu sendu. Sebagian lagu terpilih di album 2 edCoustic memang berirama sendu dan cocok sebagai lagu yang emosionil. Maka kami harus memasukkan setidaknya 1 lagu yang berisi gesekan cello.

Masalahnya, kami saat itu tidak memiliki kenalan yang bisa memainkan cello. Bahkan kami berdua belum pernah melihat langsung bagaimana alat musik cello itu. Putar-putar otak, akhirnya kami mengambil strategi melakukan audisi musisi cello di Bandung. Kami menyebar pamflet dan pengumuman tentang audisi ini. Beberapa pemain cello mendaftar mengikuti audisi dan kami membagikan materi demo lagu yang harus mereka isi musiknya dengan alat musik cello.

Seingatku ada tiga orang yang mengikuti audisi ini. Kami terpincut oleh keterampilan bermain cello seorang mahasiswa seni musik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Singkat cerita, akhirnya kami memilih dia untuk mengisi dua buah lagu menggunakan cello, yaitu lagu yang berjudul: (1) Muhasabah Cinta; dan (2) Sendiri Menyepi. Keduanya berkarakter sendu dan kami pikir akan bagus sekali jika diisi dengan alat musik cello beneran.

Ia pun berlatih sekitar 2 minggu untuk mengisi cello section. Pada saat rekaman di studio ada cerita menarik dan aku kira tak pernah didengar oleh fans edCoustic karena cerita ini kami rahasiakan. Tapi di sini tak apalah aku sampaikan.

Satu shift studio durasinya 6 jam. Untuk cello section ini kalau tidak keliru kami booking 2 shift studio karena akan digunakan untuk merekam suara gitar akustik juga. Nah… ketika tiba break maghrib, rekaman kami hentikan sementara dan mengajak seluruh anggota tim yang ada di studio untuk sholat berjamaah di masjid sekitar studio.

Saat itu aku yang mengajak pemain cello untuk break sholat maghrib. “Maaf Kang, saya tidak sholat,” ungkapnya halus dan mengatakan akan menunggu di studio saja. Sontak saya kaget, “kenapa tidak sholat?”.

“Saya non muslim Kang,” katanya sambil tersenyum. O alah…, saya salah tafsir karena selama ini tidak pernah sampai kepikiran masalah ini.

Selepas sholat maghrib saya ajak dia diskusi dan meminta maaf. Saya sama sekali tidak ada masalah dengan album edCoustic diisi oleh siapapun, termasuk player non-muslim. Tapi selama ini dia pasti tidak nyaman karena harus mengisi lagu religi Islam. Apalagi di diskusi itu saya baru tahu kalau ia adalah anggota band gereja. Namun, ia mengatakan tidak masalah sama sekali malah sangat suka dengan musik dan lirik kedua lagu yang ia isi cello section-nya itu.

Kami memutuskan tidak membicarakan hal ini ke siapapun karena bisa malah ditanggapi terlalu liar. Sebagian orang bisa saja tidak terima, dua buah buah lagu religi islami edCoustic ternyata dicampuri oleh player yang non muslim. Buat saya sih clear, itu tidak masalah tapi orang lain belum tentu. Jadi, cerita ini sengaja tidak kami sampaikan ke siapapun demi kebaikan bersama.

Bagi yang belum pernah dengar kedua lagu mellow tersebut, silakan cari di youtube atau spotify

  1. Muhasabah Cinta
  2. Sendiri Menyepi

Simak juga cerita lainnya ya.

  1. Kisah di Sebalik Album 2 edCoustic
  2. Keputusan dari Keputusasaan
  3. Kenapa Membuat Album?
  4. Tahapan Memproduksi Album Musik
  5. Rahasia Alat Musik Cello
  6. Lagu Pesanan yang Bikin Berantem
  7. Kehabisan Dana
  8. Strategi Partnership
  9. Cerita di Balik Setiap Lagu
  10. Yang Seharusnya tidak Menjadi Kenyataan
  11. Utang yang Tertunda

LEAVE A REPLY