ALKISAH, ada empat mahasiswa yang sepakat membolos dari ruang kuliah. Mereka merasa jenuh menjalani perkuliahan yang monoton. Lalu rencana itu pun mereka wujudkan dan sepanjang hari mereka pergi jalan-jalan mencari tempat berwisata.

Menjelang sore, salah seorang dari mereka menerima pesan singkat dari temannya yang masuk kelas.

“Kalian kenapa tidak masuk? Hari ini ada ujian dadakan dari dosen dan dianggap sebagai UTS,” tanya sang teman sekaligus kasih informasi.

Sontak mereka kaget. Kenapa ujian kok tiba-tiba begini? Mana mereka lagi bolos kuliah. Ditambah lagi hasilnya dianggap sebagai UTS.

Keempat teman sepermainan ini akhirnya bersepakat untuk merancang alasan agar mereka diterima ikut ujian susulan. Mereka berencana menghadap sang dosen esok hari dan meminta ujian susulan. Untuk meyakinkan dosen tersebut mereka bersepakat mengemukakan asalan bahwa mereka tidak dapat masuk karena ban mobil bocor dan perlu waktu untuk mencari tambal ban.

Begitu bertemu dosen esok hari, mereka langsung mengutarakan alasan tersebut dan meminta untuk diperbolehkan ikut ujian susulan. Mendengar penjelasan itu, sang dosen setuju dan meminta mereka untuk mengerjakan ujian di ruangan terpisah supaya tidak saling contek.

Dosen tersebut mengatakan akan menilai hasil ujian mereka kalau mereka berkata jujur. Sebaliknya, jika tidak jujur maka apapun hasil ujian itu tak akan dinilai. Keempat mahasiswa itu pun setuju. “Betapa mudah urusan hari ini,” ungkap salah satu diantaranya.

Setelah mengerjakan seluruh soal yang diberikan. Sang dosen memberikan kertas ujian tambahan. Ia mengatakan, ini lembar ujian tambahan yang harus kalian selesaikan.

Nama lengkap: _______________

Hanya satu soal dan pilih jawaban yang paling tepat. Selamat ujian!

Ban mobil yang bocor kemarin adalah:

a. Ban kanan-depan

b. Ban kiri-depan

c. Ban kanan-belakang

d. Ban kiri-belakang

Ternyata jawaban mereka saling beda karena ban bocor itu adalah sebuah dusta. Sang dosen cukup jeli menguji kebohongan mereka karena kebohongan identik dengan ketidak-konsistenan. Sebaliknya, keempat mahasiswa itu tak terpikir akan diuji seperti itu.

Alhasil, keempat mahasiswa itu pun dinyatakan tidak lulus dalam matakuliah yang sedang mereka ambil. Begitulah kebohongan, kita bisa menutupinya tapi tak mungkin selamanya.

LEAVE A REPLY