DZULHIJJAH, termasuk bulan yang istimewa dalam Islam. Ibadah haji yang berlangsung setahun sekali dilakukan di bulan Dzulhijjah. Haji adalah ibadah pemersatu umat Islam yang sekaligus menjadi kesempatan berziarah di tempat lahirnya agama Islam. Di waktu yang sama dan di tempat berbeda, berlangsung ibadah kurban serentak di seluruh dunia.

Bulan haji atau bulan Dzulhijjah juga kerap dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan. Maka tak heran, khusus di Indonesia banyak yang menyebut bulan selepas Syawal ini sebagai bulan kawin. Tidak ada anjuran khusus dari Nabi dan ulama untuk melangsungkan pernikahan di bulan Dzulhijjah. Ini terjadi karena tradisi saja, umat Islam menganggap bahwa banyak keistimewaan dan kebaikan di bulan Dzulhijjah dan menikah adalah peristiwa baik maka kenapa tidak disandingkan saja? Kurang lebih begitu.

Dzulhijjah sebenarnya bukan bulan istimewa khusus untuk agama Islam. Tak banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di bulan ini. Sebab, di masa kerasulan Nabi Muhammad pun begitu masuk bulan Dzulhijjah semua aktivitas mereda dan beralih ke ibadah haji. Ibadah haji, sebagai salah satu hari raya besar umat Islam adalah ibadah yang menjadi penyambung risalah Nabi Ibrahim ke Nabi Muhammad. Berbeda dengan ibadah sholat yang jumlah kewajiban dan rukunnya baru ada di masa Nabi Muhammad.

Peristiwa penting di Bulan Dzulhijjah justru merupakan peristiwa di masa kenabian sebelum Nabi Muhammad sehingga Dzulhijjah ini punya keistimewaan sebagai penyambung risalah.

Pertama, ibadah haji yang diidam-idamkan seluruh umat Islam di seluruh permukaan bumi ini berasal dari peristiwa yang terjadi pada masa kerasulan Nabi Ibrahim. Rangkaian ibadah haji juga merupakan kilas balik atas apa yang terjadi di masa Nabi Ibrahim.

Kedua, Ka’bah sendiri yang menjadi pusat ibadah haji dibangun oleh Nabi Ibrahim di bulan Dzulhijjah. Saat itu Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim membangun pilar bangunan yang dibantu oleh Nabi Ismail.

Ketiga, peristiwa dilemparnya Nabi Yunus ke lautan dan akhirnya diselamatkan oleh ikan paus dengan cara ditelan terjadi di Bulan Dzulhijjah juga. Ini merupakan salah satu peristiwa penting dalam kerasulan Nabi Yunus. Kisah yang membawa pesan hikmah betapa besarnya ampunan dan pertolongan Allah.

Keempat. Lebih awal lagi, tanggal 1 Dzulhijjah tercatat sebagai tanggal diampunya dosa Nabi Adam dan Hawa. Oleh karena itu dalam Islam dianjurkan untuk berpuasa sebagai bentuk menghayati ampunan Allah kepada hambaNya.

Kelima, Nabi Zakaria hingga usia lanjut belum memiliki keturunan. Ia tak bosan-bosan berdoa agar dikaruniai anak. Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria pada bulan Dzulhijjah saat usianya sudah mencapai 120 tahun.

Keenam. Berdasarkan beberapa riwayat, Umat Islam memercayai bahwa Nabi Isa lahir pada tanggal 4 Dzulhijjah.

Nah…, dari peristiwa tersebut Dzulhijjah sejatinya adalah bulan penyambung antara risalah yang dibawa Nabi Muhammad dengan rasul pendahulunya.

Photo by Jordan Steranka on Unsplash

TINGGALKAN BALASAN