Utang yang Tertunda

0
365
edcoustic

ALBUM 2 edCoustic adalah proyek nekad dengan seminim mungkin perhitungan bisnis. Kalau banyak-banyak berhitung, tentu album 2 edCoustic tidak akan pernah ada. Kami melewatkan proses feasibility study karena kalau dilakukan kesimpulannya sudah jelas, album 2 edCoustic tidak feasible sama sekali dengan penghambat utama: ketersediaan dana.

Walaupun kami sudah berupaya secermat mungkin menyusun langkah kerja dan mencari solusi atas masalah keterbatasan dana di tengah perjalanan, ada hal yang masih belum kami lakukan dengan maksimal. Menurutku ini masih jadi utang besar album 2 edCoustic. Tapi saat itu aku sudah sampai titik untuk menyerah saja dengan keadaan, toh album 2 sudah kami hadirkan. Meskipun harus β€œberdarah” cukup serius.

Tahap promosi bisa dibilang merupakan tahapan paling banyak yang kami tinggalkan. Membuat video clip, promosi ke sana kemari untuk mendongkrak penjualan, dan berbagai rencana lain harus kami bekukan.

Aku pribadi tertohok cukup parah beberapa bulan setelah grand launching album. Bajakan lagu edCoustic sudah beredar dimana-mana, sementara penjualan album sangat memprihatinkan. Terbayang, begitu banyak uang yang sudah aku keluarkan (dengan standar saat itu) dan kemungkinan besar tidak akan kembali.

Ditambah lagi, di fase ini aku terkena tipu salah seorang yang mengaku sebagai distributor kaset. Ia membawa lebih dari 1.000 keping kaset dan tak pernah ada kejelasan apakah kaset itu terjual atau tidak. Aku merasa lelah mengurusi penjualan yang cukup menguras waktu dan emosi itu. Sebenarnya aku tidak boleh begitu karena setiap masalah harusnya ada solusinya. Tapi pengalaman berjualan retail belum pernah aku dapatkan jadi agak shock dengan situasi yang ada.

Setahun berselang sebenarnya penjualan album 2 edCoustic sudah berhasil mengembalikan seluruh dana yang aku keluarkan. Ditambah lagi di era youtube dan platform musik digital, revenue stream album 2 edCoustic malah terus mengalir. Hanya saja, aku memutuskan untuk tidak terlalu berhitung lagi dengan revenue stream tersebut. Aku masih dihantui rasa bersalah belum menyelesaikan utang yang harusnya kami selesaikan. Oleh karena itu, aku ikhlaskan saja seluruh revenue stream dari produk digital album 2 edCoustic mengalir kepada ahli waris almarhum Deden. Mereka tentu lebih membutuhkan, sekaligus menebus utang yang masih menghantuiku.

Sebenarnya masih ada cerita lain yang menarik untuk dikisahkan, tapi ceritanya aku tutup sampai di sini saja. Terima kasih sudah membaca. Aku kembali menutup lembaran cerita bersama edCoustic. Semoga grup ini terus berjaya dan memberi manfaat meskipun sudah ditinggal personil kuncinya. Aamiin.

  1. Kisah di Sebalik Album 2 edCoustic
  2. Keputusan dari Keputusasaan
  3. Kenapa Membuat Album?
  4. Tahapan Memproduksi Album Musik
  5. Rahasia Alat Musik Cello
  6. Lagu Pesanan yang Bikin Berantem
  7. Kehabisan Dana
  8. Strategi Partnership
  9. Cerita di Balik Setiap Lagu
  10. Yang Seharusnya tidak Menjadi Kenyataan
  11. Utang yang Tertunda

LEAVE A REPLY